Potret Perjalananku

Madura adalah tempat dimana saya dilahirkan, Madura pulalah yang banyak mengajarkan saya arti kehidupan, dia juga telah mengajarkan saya bagaimana saya harus mencintainya, dan itu terbukti setelah saya tidak pernah hengkang darinya selama 18 tahun.

tiba-tiba setelah 18 tahun saya mulai merasakan sesuatu yang aneh pada tempat kelahiran saya. dulu dia beradab, bertatakrama, sopan dan memiliki sifat sosial yang tinggi, serta sangat menjunjung nilai-nilai ke-islaman. tapi saat ini, saya tidak menemukan hal di atas tersebut, yang saya temukan hanyalah sifat egois, individual, tidak beradab, dan mungkin juga tidak “islami.”

kemudian saya bosan dengan kehidupan yang seperti itu dan saya bertekad akan mengubah tempat kelahiran saya seperti dulu lagi.meskipun mungkin tergolong sangat tradisional sekali.tapi saya suka!

untuk itu akhirnya saya terbang jauh ke negara arab, Mesir namanya…sebenarnya saya tidak punya niatan sama sekali kesana, hanya saja mungkin tuhan berkehendak lain.

tujuan utama saya ke mesir ini sebenarnya bukan tujuan yang asing yaitu untuk mencari ilmu supaya bisa menyegarkan kembali Madura saya yang telah lama pudar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: